powered by
TickBar

Menulis Perintah-Perintah SQL

Kali ini saya akan membahas tentang Oracle SQL & PL/SQL. Saya juga masih kurang mengerti. Saya baru mengerti pas saya ikut kursus di Gunadarma. Dan ini beberapa ilmu yang saya dapat dari kursus itu. Ayooo kita belajar bareng-bareng!!! Berbagi ilmu :)

Anda dapat membuat perintah yang benar, mudah dibaca dan mudah untuk diperbaiki jika mengikuti aturan berikut :

1. Perintah SQL tidak Case Sensitive

2. Perintah SQL dapat ditulis dalam satu atau beberapa baris.

3. Keyword tidak dapat dipisah atau disingkat jika tidak cukup dalam satu baris.

4. Klausa biasanya ditulis dalam baris yang berbeda untuk memudahkan dalam membaca dan memudahkan jika terjadi kesalahan.

5. Tabs dan indent dapat digunakan untuk membuat kode lebih mudah dibaca.


6. Keyword ditulis dalam huruf besar, kata yang lain seperti nama tabel dan kolom ditulis dalam huruf kecil.

7. Dalam SQL*Plus , perintah SQL ditulis pada prompt SQL dan baris-baris berikutnya akan diberi nomor. Ini disebut SQL buffer. Dalam satu waktu hanya satu perintah yang dapat dimasukkan dalam buffer.

Menjalankan Perintah SQL

  • Letakkan seemicolon ( : ) di akhir clause yang terakhir.
  • Letakkan slash ( / ) pada akhir baris dalam buffer.
  • Letakkan slash ( / ) pada prompt SQL.
  • Jalankan perintah SQL*Plus RUN pada prompt SQL.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g:
:h: :i: :j: :k: :l:

Poskan Komentar